Rabu, 20 Juni 2012


PREPOSISI, PREMIS, TERM, DAN PENALARAN

Preposisi menurut bahasa adalah suatu pernyataan yang bersifat netral, bukan kalimat tanya, perintah, ataupun kalimat yang mengandung harapan. Suatu pola preposisi akan menghungungkan antara subjek dan predikat.

Preposisi merupakan suatu arti dari sebuah kalimat, sebuah kalimat yang sama dapat mengandung preposisi yang berbeda, dan sebaliknya juga suatu kalimat yang berbeda dapat mengandung preposisi yang sama jika mengandung arti yang sama.

Jenis-jenis preposisi :

1.  Preposisi berdasarkan Bentuk 
      Preposisi berdasarkan bentuk  dibagi lagi kedalam 2 jenis preposisi, yaitu preposisi bentuk tunggal dan
      preposisi bentuk jamak.
    - Preposisi bentuk Tunggal : preposisi yang hanya terdiri dari satu subjek dan satu predikate.
       contoh : dosen sedang mengajar.  
    - Preposisi bentuk Majemuk : preposisi yang merupakan gabungan dari beberapa preposisi tunggal,
      dengan kata lain merupakan preposisi yang terdiri lebih dari satu subjek dan predikate.
      contoh : saya sedang belajar dan ibu sedang memasak.

2.  Preposisi berdasarkan Sifat
      Berdasarkan sifatnya, proposisi dibagi ke dalam dua jenis yaitu proposisi kategorial dan proposisi kondisional.
    · Preposisi kategorial : preposisi yang hubungan subjek dan predikatnya tidak memerlukan suatu syarat
                                              apapun.
       Contoh : Semua harimau binatang karnivora.
    · Preposisi kondisional : proposisi yang hubungan subjek dan predikatnya memerlukan syarat tertentu.  
                                                 Dan proposisi ini terbagi ke dalam dua jenis proposisi yaitu hipotesis
                                                 dan kondisional disjungtif.
                                           a. Preposisi hipotesis : mengandung kata pengharapan (jika, seandainya).
                                                Contoh : Jika saya belajar maka nilai saya akan bagus.
                                           b. Preposisi kondisional disjungtif : preposisi yang mengandung dua pilihan.
                                                Contoh : orang itu artis atau politikus.

3.  Preposisi berdasarkan Kualitas      Preposisi terbagi dalam preposisi negatif dan preposisi positif.
     · Preposisi positif : merupakan jenis prepisisi dimana ada kesesuaian antara subjek dan predikatnya.
        Contoh : semua pelajar wajib untuk belajar.
     · Proposisi negative : jenis preposisi dimana tidak ada kesesuaian antara subjek dan predikatnya.
       Contoh : kerbau itu memakan batu.

4.  Preposisi berdasarkan Kuantitas
       Preposisi ini dibagi ke dalam dua jenis yaitu umum dan khusus.
       · Umum / universal : mengandung kata semua, seluruh, tidak satu pun.
          Contoh : Seluruh karyawan pabrik akan mendapatkan bonus.
       · Khusus / specific : mengandung kata beberapa, sebagian
          Contoh : beberapa siswa SMA tidak lulus UN tahun ini.



Premis
ialah pernyataan yang digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan. Merupakan kesimpulan yang ditarik berdasarkan premis mayor dan premis minor. Subjek pada kesimpulan itu merupakan term minor. Term menengah menghubungkan term mayor dengan term minor dan tidak boleh terdapat pada kesimpulan. Perlu diketahui, term ialah suatu kata atau kelompok kata yang menempati fungsi subjek (S) atau predikat (P).
Contoh:
(1) Semua cendekiawan adalah manusia pemikir
(2) Semua ahli filsafat adalah cendekiawan
(3) Semua ahli filsafat adalah manusia pemikir.

Term adalah suatu kata atau suatu kumpulan kata yang merupakan ekspressi verbal dari suatu pengertian.
* Bagian dari proposisi yang berfungsi sebagai subyek atau predikat, serta dapat berfungsi sebagai penghubung antara dua proposisi yang disebut premis dalam sebuah silogisme.
* Tidak semua kata atau kumpulan kata adalah term, meskipun setiap term itu adalah kata atau kumpulan kata. Alasannya: tidak semua kata atau kumpulan kata pada dirinya sendiri merupakan ekspressi verbal dari pengertian, dan bahwa tidak semua kata pada dirinya sendiri berfungsi sebagai subyek atau predikat dalam suatu proposisi.



* Term adalah kata atau sejumlah kata yang dapat berdiri sendiri. Jenis kata seperti itu disebut kata kategorimatis. Mis. : bunga, burung, pohon (term tunggal), orang tua asuh, pencinta lingkungan hidup (term majemuk).
* Ada jenis kata yang tidak bisa berdiri sendiri, baik sebagai subyek maupun predikat. Ini disebut kata sinkategorimatis. Mis. : tetapi, beberapa, karena, dengan cepat. Pada dirinya sendiri kata-kata ini tidak merupakan ekspressi verbal dari pengertian, dan karena itu tidak merupakan term.
* Kata-kata sinkategorimatis itu selalu tergantung pada kata-kata kategorimatis untuk membentuk sebuah term. Ump.: kata “berjalan” (kategorimatis, term), “dengan cepat” (sinkategorimatis, bukan term). Tapi “berjalan dengan cepat” mengungkapkan suatu pengertian baru, dan karena itu dapat berfungsi sebagai term dalam sebuah proposisi.



2. Kata dan Pengertian
Kata adalah pernyataan lahiriah dari pengertian. Namun kata tidak sama dengan pengertian.
* Kata yang sama sering menunjukkan pengertian yang berbeda. Mis.: pasang, bulan, kabur. * Kata yang berbeda mengungkapkan pengertian yang sama : ongkos-biaya, sebab-karena, kendala-rintangan. * Kata-kata yang tepat sering sukar ditemukan untuk mengungkapkan pengertian yang ingin disampaikan. * Kata yang kita maksudkan mengekspressikan pengertian tertentu, dalam pikiran orang lain dihubungkan dengan pengertian yang lain dari yang kita maksudkan.



Arti dari setiap kata dapat dilihat dari dua sudut:
- Sebagai yang berdiri sendiri (lepas dari fungsinya dalam kalimat)
- Dilihat dari sudut fungsinya dalam kalimat yang kongkrit (supposisi term = arti khusus term dalam kalimat yang tertentu, dipandang dari sudut arti, isi dan luasnya).
- Dalam kenyataan sehari-hari sering suatu kata tertentu harus dicari artinya dalam kaitan dengan fungsinya dalam kalimat yang menggunakan kata tersebut.




3. Jenis-jenis Term
* Dalam kaitan dengan pengertian (arti yang dikandungnya) - Term Univok (satu kata, satu pengertian) : karyawan, pelanggan, guru, manager. - Term Ekuivok (satu kata, lebih dari satu pengertian): genting, bulan, bait, pasar. - Term Analog (satu kata, pengertian bisa sama bisa berbeda): ada, suap, sehat.
* Dalam kaitan dengan jumlah kata - Term Tunggal : gunung, manusia, kejahatan. - Term Majemuk : Kereta api, lapangan sepak bola, CEO, TQM, BKIA, KPKPN.



* Term ditinjau dari luasnya: Term Singular: mengatakan tentang satu hal tertentuTerm Partikular: mengatakan tentang sebagian Term universal: mengatakan tentang seluruh luasnya.
* Berdasarkan sifatnya Term Distributif: berlaku untuk setiap anggotaTerm Kolektif: berlaku pada sesuatu sebagai satu kesatuan
* Berdasarkan fungsinya dalam proposisi dan silogisme Term subyekTerm predikatTerm menengah / terminus medius

Penalaran merupakan suatu kegiatan berpikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran. Penalaran merupakan proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan.
C. Ciri-ciri Penalaran :
  1. Adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika( penalaran merupakan suatu proses berpikir logis ).
  2. Sifat analitik dari proses berpikir. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Perasaan intuisi merupakan cara berpikir secara analitik.
Cara berpikir masyarakat dapat dibagi menjadi 2, yaitu : Analitik dan Non analitik. Sedangkan jika ditinjau dari hakekat usahanya, dapat dibedakan menjadi : Usaha aktif manusia dan apa yang diberikan.
Penalaran Ilmiah sendiri dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
  1. Deduktif yang berujung pada rasionalisme
  2. Induktif yang berujung pada empirisme
Logika merupakan suatu kegiatan pengkajian untuk berpikir secara shahih
Contoh :
  • Ketika seorang pengemis berkata :”kasihanilah saya orang biasa”. Itu merupakan suatu ungkapan yang tidak logis.
  • Ketika seorang peneliti mencari penyebab mengapa orang mabuk? Ada 3 peristiwa yang ditemuinya
  • ada orang yang mencampur air dengan brendi dan itu menyebabkan dia mabuk
  • ada yang mencampur air dengan tuak kemudian dia mabuk
  • ada lagi yang mencampur air dengan whiski kemudian akhirnya dia mabuk juga
Dari 3 peristiwa diatas, apakah kita bisa menarik kesimpulan bahwa air-lah yang menyebabkan orang mabuk?
Logika deduktif merupakan cara penarikan kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat khusus (individual). Sedangkan logika induktif merupakan cara penarikan kesimpulan dari kasus individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir silogisme, dua pernyataan dan sebuah kesimpulan. Dan didalam silogisme terdapat premis mayor dan premis minor.
Contoh :
  • Semua makhluk punya mata ( premis mayor )
  • Si Adam adalah seorang makhluk ( premis minor )
  • Jadi, Adam punya mata ( kesimpulan )
Kriteria kebenaran :
3+4=75+2=76+1=7
Menurut seorang anak kecil, hal ini tidak benar.
Ini membuktikan bahwa tidak semua manusia mempunyai persyaratan yang sama terhadap apa yang dianggapnya benar.
Secara deduktif dapat dibuktikan ketiganya benar. Pernyataan dan kesimpulan yang ditariknya adalah konsisten dengan pernyataan dan kesimpulan yang telah dianggap benar. Teori ini disebut koherensi. Matematika adalah bentuk pengetahuan yang penyusunannya dilakukan pembuktian berdasarkan teori koherensi.

Nama Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Dosen                           : Budi Santoso, SS
Nama / NPM / Kelas : Nuning Khanif Aulia / 14109997 / 3KA26

sumber : wikipedia dan berbagai sumber

Selasa, 03 April 2012

Penalaran Induktif (Tugas Bahasa Indonesia 2)

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.
Definisi Penalaran Induktif 
--->  Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala.
Induksi pada pengertian tradisional dipisahkan secara rigid dari deduksi untuk menunjuk pada suatu metode saintifik yang berupaya tiba pada konklusi melalui bukti-bukti (evidences) partikular mengenai dunia. Dalam sains, akumulasi bukti-bukti (evidences) bermakna derajat tertentu terhadap sokongan munculnya hipotesis, kalau bukan konklusi. 
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. 
Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.
1.             Bentuk-bentuk penalaran induktif
Di dalam penalaran induktif terdapat tiga bentuk penalaran induktif, yaitu generalisasi, analogi dan hubungan kausal.

A.    Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contohnya :
• Luna Maya adalah bintang film, dan ia berparas cantik.
• Revalina. S. Temat adalah bintang film, dan ia berparas cantik.
Generalisasi: Semua bintang film berparas cantik.
Pernyataan “semua bintang film berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya:
Bella juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
Macam-macam generalisasi :
·         Generalisasi sempurna
Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk
·         Generalisasi tidak sempurna
Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantaloon. Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna.
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar. Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
Ø  Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
Ø  Sampel harus bervariasi.
Ø  Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

B.      Analogi
Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
Analogi mempunyai 4 fungsi,antara lain :
Membandingkan beberapa orang yang memiliki sifat kesamaan
Meramalkan kesamaan
Menyingkapkan kekeliruan
Klasifikasi
Contoh analogi : Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.

C.      Hubungan Kausal
Penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
                        Macam hubungan kausal :
a)      Sebab- akibat.
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
b)      Akibat – Sebab.
Bobi tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
c)      Akibat – Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.
Contoh Kausal : Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.

Tambahan :
*) Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
**) Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
- Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
- Contoh:
Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
Generalisasi: Semua bintang sinetron berparas cantik
Pernyataan “semua bintang sinetron berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
- Contoh kesalahannya:
Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
Macam-macam generalisasi
Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
- Contoh: sensus penduduk
Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
- Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

Nama Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Dosen                           : Budi Santoso, SS
Nama / NPM / Kelas : Nuning Khanif Aulia / 14109997 / 3KA26

Sumber : Wikipedia 

Selasa, 06 Maret 2012

Penalaran Deduktif (Tugas Bahasa Indonesia 2)

Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia 2 (Pertemuan Pertama)

Penalaran Deduktif adalah metode yang digunakan dalam berfikir dengan menerapkan hal-hal umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. dalam arti prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum yang kebenarannya telah diketahui atau di yakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan yang bersifat lebih khusus.

Berikut ini adalah ciri-ciri dari Paragraf deduktif yaitu :
1.Ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat-kalimat penjelas sebagai pendukung kalimat utama.

Faktor-faktor penalaran deduktif :
1.Terdapat pada kalimat utama
2.Penjelasannya berupa hal-hal yang umum
3.Kebenarannya jelas dan nyata

Contoh kutipan dari penalaran deduktif :

Setiap manusia di dunia ini tentu memiliki cita-cita dan harapan. Tidak ada satupun orang di dunia ini yang tidak memiliki cita-cita dan harapan. Berusaha dan berdoa adalah salah satu upaya dari mewujudkan suatu cota-cita dan harapan bagi mereka. Sesungguhnya mereka pun ingin mewujudkan cita-cita dan harapan tersebut dengan nyata.Oleh karena itu gapai lah cita-cita setinggi mungkin dan wujudkan demi suatu kebahagiaan yang sempurna.

Kalimat Utama dari kutipan paragraf diatas adalah : Setiap manusia di dunia ini tentu memiliki cita-cita dan harapan.

Kalimat Penjelasnya : Tidak ada satupun orang di dunia ini yang tidak memiliki cita-cita dan harapan. Berusaha dan berdoa adalah salah satu upaya dari mewujudkan suatu cota-cita dan harapan bagi mereka. Sesungguhnya mereka pun ingin mewujudkan cita-cita dan harapan tersebut dengan nyata.Oleh karena itu gapai lah cita-cita setinggi mungkin dan wujudkan demi suatu kebahagiaan yang sempurna.

Nama Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Dosen                           : Budi Santoso, SS
Nama / NPM / Kelas : Nuning Khanif Aulia / 14109997 / 3KA26

Sumber : Wikipedia

Senin, 28 November 2011

Resensi (Tugas B.Indonesia 3)

1.Judul : Let's Help For The Needed
2.Penulis : Olga Red
3.Penerbit : Olga Magazine
4.Nomor atau Tanggal Penerbitan : 93 / IV 1-14 Oktober 2009
5.Nomor Halaman : 84-85
6.Tema : Membantu orang di sekeliling kita yang kekurangan

Sinopsis atau Ringkasan

Ada seorang kakek penjual koran yang lapaknya biasa mangkal di pinggir jalan di dekat rumah saya. Setiap hari saya melewtinya sambil sesekali membeli korannya yang dijual. Tapi setelah saya perhatikan, ada beberapa jenis tabloid yang itu-itu saja alisa sudah tidak update. Dan saya berpikir kalau dia mungkin saja kekurangan modal, jadi ngaak bisa beli koran (tabloid) tebaru. melihat kondisi lapaknya yang sudah tidak terawat, juga bikin saya tambah melas (kasihan). Apalagi sehari-hari dia makan cuma nasi bungkus, yang waktu saya intip,udah agak-agak kering.

Keunggulannya

Bahwa artikel tersebut sangat baik dalam melihat sisi orang yang masih kekurangan. artikel ini dapat menunjukkan bahwa di dunia ini masih ada orang yang hidupnya tidak layak atau masih saja kekurangan. artikel tersebut dapat memberi suatu contoh kepada kita semua bahwa hidup ini benar-benar butuh perjuangan.maka syukurillah hidup kita yang sudah serba ada.jangan pernah mengeluh untuk hal apapun karna kita masih diberikan kelayakan hidup oleh Yang Maha Kuasa. jalani hidup ini dengan penuh syukur dan suka cita.

Kelemahannya

Bahwa artikel ini masih menggunakan bahasa yang tidak baku. artikel ini dibuat untuk para pembaca yang masih belia.mungkin bisa di bilang bahwa bahasanye tersebut adalah bahasa yang sering diungkapkan dalam kehidupan sehari-hari atau tidak kedalam kehidupan yang formal.

Saran atau Pendapat

Untuk saran agar artikel tersebut lebih ditingkatkan lagi.artikel ini sudah baik dan sudah menggambarkan soal keberadaan yang hidupnya jauh dari kelayakan.artikel ini dapat membuka jendela hati para pembaca setia untuk lebih mengerti lagi soal kehidupan.

Tugas Bahasa Indonesia III
Oleh : Nuning Khanif Aulia_14109997_3KA26

Sumber : Olga Magazine

Selasa, 25 Oktober 2011

Contoh Naskah ( Tugas Bahasa Indonesia Pertemuan 2)

Seorang penjahit baju yang selalu riang gembira dipekerjakan oleh MacDonald yang perkasa di kastilnya di Saddell, untuk membuat sepasang celana yang dihiasi dengan renda-renda pada ujungnya, nyaman dipakai, dan cocok dipakai untuk berjalan ataupun menari. Dan MacDonald telah berpesan kepada penjahit, bahwa apabila dia dapat menyelesaikan celana itu pada malam hari di sebuah runtuhan rumah tua dan pekuburan, dia akan memberikannya hadiah yang sangat besar. Saat itu orang mengetahui bahwa reruntuhan rumah tua dan pekuburan yang di tunjuk oleh MacDonald adalah rumah yang berhantu dan banyak hal-hal yang menyeramkan terlihat di malam hari.
Penjahit itu sadar akan hal ini, tetapi dia adalah orang yang selalu riang gembira, dan ketika MacDonald sang pemilik kastil menantangnya untuk membuat sepasang celana di rumah berhantu itu, penjahit itu tidak merasa takut, dan malah menerima tantangan itu karena ingin mendapatkan hadiah yang besar. Sehingga ketika malam mulai tiba, dia naik ke atas lembah, sekitar setengah mil jaraknya dari kastil itu, hingga dia tiba di sebuah rumah tua. Kemudian dia memilih sebuah tempat yang nyaman untuk diduduki dan menyalakan lilinnya, menaruh peralatan untuk menjahitnya, dan mulai mengerjakan celana yang dipesan, dan memikirkan terus hadiah uang yang akan diberikan oleh MacDonald.
Semuanya berjalan lancar, hingga dia merasakan lantai bergetar di bawah kakinya, dia melihat ke bawah tetapi jari tangannya tetap mengerjakan celana itu, dia melihat munculnya kepala manusia yang sangat besar dari bawah lantai batu di rumah tua itu. Dan ketika kepala tersebut sepenuhnya muncul dari lantai, sebuah suara yang sangat besar dan menakutkan berkata: "Apakah kamu melihat kepalaku yang sangat besar ini?"
"Saya melihatnya, tetapi saya harus menjahit celana ini!" balas penjahit yang riang, dan dia tetap menjahit celana tersebut.
Kemudian kepala tersebut muncul lebih tinggi dari lantai, hingga lehernya pun kelihatan. Ketika lehernya sudah muncul, dengan suara yang menggelegar dia berkata lagi: "Apakah kamu melihat leherku yang sangat besar ini?"
"Saya melihatnya, tetapi saya harus menjahit celana ini!" balas penjahit yang riang, dan dia tetap menjahit celana tersebut.
Kemudian kepala dan leher yang besar itu bertambah naik hingga seluruh pundak dan dadanya terlihat di atas lantai. Dan kembali dengan suara yang menggelegar lebih besar dia berkata: "Apakah kamu melihat dadaku yang besar ini?"
Dan kembali penjahit tersebut membalas: "Saya melihatnya, tetapi saya harus menjahit celana ini!" sambil tetap menjahit celana itu.
Makhluk tersebut terus muncul dari lantai dan kelihatan bertambah tinggi hingga akhirnya makhluk tersebut menggoyangkan kedua tangannya di depan wajah penjahit itu dan berkata lagi, "Apakah kamu melihat tanganku yang besar ini?"
"Saya melihatnya, tetapi saya harus menjahit celana ini!" balas penjahit itu dan tetap menjahit celana tersebut, karena dia tahu bahwa dia tidak boleh kehilangan waktu.
Penjahit yang riang akhirnya mulai menjahit dengan jahitan-jahitan yang panjang ketika dia melihat makhluk tersebut perlahan-lahan naik dari bawah tanah dan bertambah tinggi terus, hingga akhirnya satu kaki makhluk tersebut sepenuhnya muncul dari bawah tanah dan makhluk tersebut menghentakkan kakinya ke lantai dengan keras, berteriak dengan suara yang sangat menakutkan, "Apakah kamu melihat kakiku yang besar ini?"
"Ya, ya.. saya melihatnya, tetapi saya masih harus menjahit celana ini!" kata penjahit itu, dan jari-jari tangannya seperti beterbangan saat menjahit celana tersebut dan penjahit itu menjahit dengan jahitan-jahitan yang sangat panjang, dan tepat pada saat dia menyelesaikan celana tersebut, makhluk tersebut telah mengangkat kakinya yang satu lagi dari bawah tanah. Tetapi sebelum makhluk tersebut mengeluarkan kaki yang satunya dari bawah tanah, penjahit itu telah menyelesaikan tugasnya, dan meniup mati lilinnya sambil meloncat dari tempat duduknya, mengambil semua peralatannya dan berlari keluar dari runtuhan rumah tua dengan celana yang di pegang erat-erat di bawah lengannya. Saat itu makhluk yang menyeramkan itu mengeluarkan teriakan yang menggelegar, dan menghentakkan kakinya di tanah dan berlari keluar juga untuk mengejar penjahit yang riang.
Keduanya lari menuruni lembah, lari dengan sangat kencang dan lebih kencang dari aliran air sungai yang mengalir di sampingnya, tetapi penjahit yang telah menerima tantangan MacDonald dan berhasil menyelesaikan tugasnya, tidak ingin kehilangan hadiah yang dijanjikan. Walaupun suara di belakangnya menggelegar menyuruhnya untuk berhenti, penjahit itu bukanlah orang yang suka di tangkap oleh makhluk dan monster, sehingga dengan memegang erat celana tersebut, dia berlari tanpa berhenti hingga dia mencapai kastil. Secepatnya dia tiba di dalam pintu gerbang, dan menutup pintu gerbang. saat makhluk itu tiba di depan gerbang yang tertutup, makhluk tersebut menjadi sangat marah karena tidak berhasil menangkap penjahit, dan memukul dinding pintu gerbang dan meninggalkan bekas pukulan disana dengan lima jari-jarinya yang besar.
Akhirnya penjahit yang riang menerima hadiahnya karena MacDonald memenuhi janjinya dan telah mendapatkan sepasang celana yang sangat indah. MacDonald tidak pernah menyadari bahwa beberapa jahitan pada celana itu, tidak sama panjangnya.

Sumber : http://www.ceritakecil.com/cerita-dan-dongeng/Penjahit-Yang-Riang-Gembira-23

========================================================
No      |  kata yang salah diksi     | perbaikan                        | alasan
========================================================
 1.        dipekerjakan                  dikerjakan                        mengandung imbuhan pe-
 2.        telah                               sudah                               harus menggunakan kata baku
 3.        pekuburan                      kuburan-kuburan              mengandung imbuhan pe-
 4.        sepenuhnya                     seluruhnya                        harus menggunakan kata baku
 5.        balas                               yang dikatakan                 harus menggunakan kata baku
 6.        kelihatan                          terlihat                             harus menggunakan kata baku
 7.        menggelegar                     terdengar                        kata sebelumnya tidak baku
 8.        menghentakkan                meletakkan                      kata sebelumnya tidak baku

Minggu, 25 September 2011

Mari Bangga dengan Bahasa Indonesia

   Indonesia memiliki beragam suku dan budaya.Banyak terlihat keindahan alamnya yang memukau di seluruh penjuru.Tapi tahukah kalian bahwa semua masyarakat indonesia menggunakan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan.Bahasa yang dijadikan suatu komunikasi antar masyarakat Indonesia.Kini Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa kebanggan dimana banyak orang yang mempelajari bahasa di negeri tercinta ini.Kesetiaan pada bahasa ini menjadikan Bahasa Indonesia di kenal oleh banyak kalangan di seluruh dunia.
   Ingatkah kalian ketika presiden Amerika Serikat,Barack Hussein Obama berkunjung ke Indonesia?.Beliau mengucapkan kalimat "Selamat Pagi,Terima Kasih" dan kata "Bakso..,Sate..".dari hal tersebut,kita bangga sebagai warga Indonesia karena bahasa kita terkenal dimana-mana. Oleh karena itu marilah kita menggunakan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa dengan rasa kebanggan terhadap bangsa dan negara ini.Lestarikan dan kenalkanlah Bahasa Indonesia ke seluruh penjuru dunia.

Note : dari wacana diatas dapat disimpulkan bahwa kita patut bangga dengan bahasa indonesia.sebagai warga negara yang baik kira seharusnya melestarikana bahasa indonesia.Bahasa ini sudah tak asing lagi bagi banyak kalangan,mengapa?karena bahasa indonesia akan menjadi suatu bahasa yang resmi asean dimana jika ada pertemuan antar negara-negara asean menggunakan bahasa indonesia. Oleh karena itu gunakanlah bahasa indonesia yang baik dan benar.

*) Catt : Tulisan dibuat sendiri oleh Nuning Khanif Aulia