Selasa, 03 April 2012

Penalaran Induktif (Tugas Bahasa Indonesia 2)

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.
Definisi Penalaran Induktif 
--->  Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala.
Induksi pada pengertian tradisional dipisahkan secara rigid dari deduksi untuk menunjuk pada suatu metode saintifik yang berupaya tiba pada konklusi melalui bukti-bukti (evidences) partikular mengenai dunia. Dalam sains, akumulasi bukti-bukti (evidences) bermakna derajat tertentu terhadap sokongan munculnya hipotesis, kalau bukan konklusi. 
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. 
Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.
1.             Bentuk-bentuk penalaran induktif
Di dalam penalaran induktif terdapat tiga bentuk penalaran induktif, yaitu generalisasi, analogi dan hubungan kausal.

A.    Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contohnya :
• Luna Maya adalah bintang film, dan ia berparas cantik.
• Revalina. S. Temat adalah bintang film, dan ia berparas cantik.
Generalisasi: Semua bintang film berparas cantik.
Pernyataan “semua bintang film berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya:
Bella juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
Macam-macam generalisasi :
·         Generalisasi sempurna
Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk
·         Generalisasi tidak sempurna
Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantaloon. Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna.
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar. Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
Ø  Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
Ø  Sampel harus bervariasi.
Ø  Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

B.      Analogi
Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
Analogi mempunyai 4 fungsi,antara lain :
Membandingkan beberapa orang yang memiliki sifat kesamaan
Meramalkan kesamaan
Menyingkapkan kekeliruan
Klasifikasi
Contoh analogi : Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.

C.      Hubungan Kausal
Penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
                        Macam hubungan kausal :
a)      Sebab- akibat.
Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
b)      Akibat – Sebab.
Bobi tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
c)      Akibat – Akibat.
Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.
Contoh Kausal : Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.

Tambahan :
*) Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
**) Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
- Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
- Contoh:
Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
Generalisasi: Semua bintang sinetron berparas cantik
Pernyataan “semua bintang sinetron berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
- Contoh kesalahannya:
Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
Macam-macam generalisasi
Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
- Contoh: sensus penduduk
Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
- Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.
Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

Nama Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Dosen                           : Budi Santoso, SS
Nama / NPM / Kelas : Nuning Khanif Aulia / 14109997 / 3KA26

Sumber : Wikipedia 

Selasa, 06 Maret 2012

Penalaran Deduktif (Tugas Bahasa Indonesia 2)

Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia 2 (Pertemuan Pertama)

Penalaran Deduktif adalah metode yang digunakan dalam berfikir dengan menerapkan hal-hal umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. dalam arti prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum yang kebenarannya telah diketahui atau di yakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan yang bersifat lebih khusus.

Berikut ini adalah ciri-ciri dari Paragraf deduktif yaitu :
1.Ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat-kalimat penjelas sebagai pendukung kalimat utama.

Faktor-faktor penalaran deduktif :
1.Terdapat pada kalimat utama
2.Penjelasannya berupa hal-hal yang umum
3.Kebenarannya jelas dan nyata

Contoh kutipan dari penalaran deduktif :

Setiap manusia di dunia ini tentu memiliki cita-cita dan harapan. Tidak ada satupun orang di dunia ini yang tidak memiliki cita-cita dan harapan. Berusaha dan berdoa adalah salah satu upaya dari mewujudkan suatu cota-cita dan harapan bagi mereka. Sesungguhnya mereka pun ingin mewujudkan cita-cita dan harapan tersebut dengan nyata.Oleh karena itu gapai lah cita-cita setinggi mungkin dan wujudkan demi suatu kebahagiaan yang sempurna.

Kalimat Utama dari kutipan paragraf diatas adalah : Setiap manusia di dunia ini tentu memiliki cita-cita dan harapan.

Kalimat Penjelasnya : Tidak ada satupun orang di dunia ini yang tidak memiliki cita-cita dan harapan. Berusaha dan berdoa adalah salah satu upaya dari mewujudkan suatu cota-cita dan harapan bagi mereka. Sesungguhnya mereka pun ingin mewujudkan cita-cita dan harapan tersebut dengan nyata.Oleh karena itu gapai lah cita-cita setinggi mungkin dan wujudkan demi suatu kebahagiaan yang sempurna.

Nama Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2
Dosen                           : Budi Santoso, SS
Nama / NPM / Kelas : Nuning Khanif Aulia / 14109997 / 3KA26

Sumber : Wikipedia

Senin, 28 November 2011

Resensi (Tugas B.Indonesia 3)

1.Judul : Let's Help For The Needed
2.Penulis : Olga Red
3.Penerbit : Olga Magazine
4.Nomor atau Tanggal Penerbitan : 93 / IV 1-14 Oktober 2009
5.Nomor Halaman : 84-85
6.Tema : Membantu orang di sekeliling kita yang kekurangan

Sinopsis atau Ringkasan

Ada seorang kakek penjual koran yang lapaknya biasa mangkal di pinggir jalan di dekat rumah saya. Setiap hari saya melewtinya sambil sesekali membeli korannya yang dijual. Tapi setelah saya perhatikan, ada beberapa jenis tabloid yang itu-itu saja alisa sudah tidak update. Dan saya berpikir kalau dia mungkin saja kekurangan modal, jadi ngaak bisa beli koran (tabloid) tebaru. melihat kondisi lapaknya yang sudah tidak terawat, juga bikin saya tambah melas (kasihan). Apalagi sehari-hari dia makan cuma nasi bungkus, yang waktu saya intip,udah agak-agak kering.

Keunggulannya

Bahwa artikel tersebut sangat baik dalam melihat sisi orang yang masih kekurangan. artikel ini dapat menunjukkan bahwa di dunia ini masih ada orang yang hidupnya tidak layak atau masih saja kekurangan. artikel tersebut dapat memberi suatu contoh kepada kita semua bahwa hidup ini benar-benar butuh perjuangan.maka syukurillah hidup kita yang sudah serba ada.jangan pernah mengeluh untuk hal apapun karna kita masih diberikan kelayakan hidup oleh Yang Maha Kuasa. jalani hidup ini dengan penuh syukur dan suka cita.

Kelemahannya

Bahwa artikel ini masih menggunakan bahasa yang tidak baku. artikel ini dibuat untuk para pembaca yang masih belia.mungkin bisa di bilang bahwa bahasanye tersebut adalah bahasa yang sering diungkapkan dalam kehidupan sehari-hari atau tidak kedalam kehidupan yang formal.

Saran atau Pendapat

Untuk saran agar artikel tersebut lebih ditingkatkan lagi.artikel ini sudah baik dan sudah menggambarkan soal keberadaan yang hidupnya jauh dari kelayakan.artikel ini dapat membuka jendela hati para pembaca setia untuk lebih mengerti lagi soal kehidupan.

Tugas Bahasa Indonesia III
Oleh : Nuning Khanif Aulia_14109997_3KA26

Sumber : Olga Magazine

Selasa, 25 Oktober 2011

Contoh Naskah ( Tugas Bahasa Indonesia Pertemuan 2)

Seorang penjahit baju yang selalu riang gembira dipekerjakan oleh MacDonald yang perkasa di kastilnya di Saddell, untuk membuat sepasang celana yang dihiasi dengan renda-renda pada ujungnya, nyaman dipakai, dan cocok dipakai untuk berjalan ataupun menari. Dan MacDonald telah berpesan kepada penjahit, bahwa apabila dia dapat menyelesaikan celana itu pada malam hari di sebuah runtuhan rumah tua dan pekuburan, dia akan memberikannya hadiah yang sangat besar. Saat itu orang mengetahui bahwa reruntuhan rumah tua dan pekuburan yang di tunjuk oleh MacDonald adalah rumah yang berhantu dan banyak hal-hal yang menyeramkan terlihat di malam hari.
Penjahit itu sadar akan hal ini, tetapi dia adalah orang yang selalu riang gembira, dan ketika MacDonald sang pemilik kastil menantangnya untuk membuat sepasang celana di rumah berhantu itu, penjahit itu tidak merasa takut, dan malah menerima tantangan itu karena ingin mendapatkan hadiah yang besar. Sehingga ketika malam mulai tiba, dia naik ke atas lembah, sekitar setengah mil jaraknya dari kastil itu, hingga dia tiba di sebuah rumah tua. Kemudian dia memilih sebuah tempat yang nyaman untuk diduduki dan menyalakan lilinnya, menaruh peralatan untuk menjahitnya, dan mulai mengerjakan celana yang dipesan, dan memikirkan terus hadiah uang yang akan diberikan oleh MacDonald.
Semuanya berjalan lancar, hingga dia merasakan lantai bergetar di bawah kakinya, dia melihat ke bawah tetapi jari tangannya tetap mengerjakan celana itu, dia melihat munculnya kepala manusia yang sangat besar dari bawah lantai batu di rumah tua itu. Dan ketika kepala tersebut sepenuhnya muncul dari lantai, sebuah suara yang sangat besar dan menakutkan berkata: "Apakah kamu melihat kepalaku yang sangat besar ini?"
"Saya melihatnya, tetapi saya harus menjahit celana ini!" balas penjahit yang riang, dan dia tetap menjahit celana tersebut.
Kemudian kepala tersebut muncul lebih tinggi dari lantai, hingga lehernya pun kelihatan. Ketika lehernya sudah muncul, dengan suara yang menggelegar dia berkata lagi: "Apakah kamu melihat leherku yang sangat besar ini?"
"Saya melihatnya, tetapi saya harus menjahit celana ini!" balas penjahit yang riang, dan dia tetap menjahit celana tersebut.
Kemudian kepala dan leher yang besar itu bertambah naik hingga seluruh pundak dan dadanya terlihat di atas lantai. Dan kembali dengan suara yang menggelegar lebih besar dia berkata: "Apakah kamu melihat dadaku yang besar ini?"
Dan kembali penjahit tersebut membalas: "Saya melihatnya, tetapi saya harus menjahit celana ini!" sambil tetap menjahit celana itu.
Makhluk tersebut terus muncul dari lantai dan kelihatan bertambah tinggi hingga akhirnya makhluk tersebut menggoyangkan kedua tangannya di depan wajah penjahit itu dan berkata lagi, "Apakah kamu melihat tanganku yang besar ini?"
"Saya melihatnya, tetapi saya harus menjahit celana ini!" balas penjahit itu dan tetap menjahit celana tersebut, karena dia tahu bahwa dia tidak boleh kehilangan waktu.
Penjahit yang riang akhirnya mulai menjahit dengan jahitan-jahitan yang panjang ketika dia melihat makhluk tersebut perlahan-lahan naik dari bawah tanah dan bertambah tinggi terus, hingga akhirnya satu kaki makhluk tersebut sepenuhnya muncul dari bawah tanah dan makhluk tersebut menghentakkan kakinya ke lantai dengan keras, berteriak dengan suara yang sangat menakutkan, "Apakah kamu melihat kakiku yang besar ini?"
"Ya, ya.. saya melihatnya, tetapi saya masih harus menjahit celana ini!" kata penjahit itu, dan jari-jari tangannya seperti beterbangan saat menjahit celana tersebut dan penjahit itu menjahit dengan jahitan-jahitan yang sangat panjang, dan tepat pada saat dia menyelesaikan celana tersebut, makhluk tersebut telah mengangkat kakinya yang satu lagi dari bawah tanah. Tetapi sebelum makhluk tersebut mengeluarkan kaki yang satunya dari bawah tanah, penjahit itu telah menyelesaikan tugasnya, dan meniup mati lilinnya sambil meloncat dari tempat duduknya, mengambil semua peralatannya dan berlari keluar dari runtuhan rumah tua dengan celana yang di pegang erat-erat di bawah lengannya. Saat itu makhluk yang menyeramkan itu mengeluarkan teriakan yang menggelegar, dan menghentakkan kakinya di tanah dan berlari keluar juga untuk mengejar penjahit yang riang.
Keduanya lari menuruni lembah, lari dengan sangat kencang dan lebih kencang dari aliran air sungai yang mengalir di sampingnya, tetapi penjahit yang telah menerima tantangan MacDonald dan berhasil menyelesaikan tugasnya, tidak ingin kehilangan hadiah yang dijanjikan. Walaupun suara di belakangnya menggelegar menyuruhnya untuk berhenti, penjahit itu bukanlah orang yang suka di tangkap oleh makhluk dan monster, sehingga dengan memegang erat celana tersebut, dia berlari tanpa berhenti hingga dia mencapai kastil. Secepatnya dia tiba di dalam pintu gerbang, dan menutup pintu gerbang. saat makhluk itu tiba di depan gerbang yang tertutup, makhluk tersebut menjadi sangat marah karena tidak berhasil menangkap penjahit, dan memukul dinding pintu gerbang dan meninggalkan bekas pukulan disana dengan lima jari-jarinya yang besar.
Akhirnya penjahit yang riang menerima hadiahnya karena MacDonald memenuhi janjinya dan telah mendapatkan sepasang celana yang sangat indah. MacDonald tidak pernah menyadari bahwa beberapa jahitan pada celana itu, tidak sama panjangnya.

Sumber : http://www.ceritakecil.com/cerita-dan-dongeng/Penjahit-Yang-Riang-Gembira-23

========================================================
No      |  kata yang salah diksi     | perbaikan                        | alasan
========================================================
 1.        dipekerjakan                  dikerjakan                        mengandung imbuhan pe-
 2.        telah                               sudah                               harus menggunakan kata baku
 3.        pekuburan                      kuburan-kuburan              mengandung imbuhan pe-
 4.        sepenuhnya                     seluruhnya                        harus menggunakan kata baku
 5.        balas                               yang dikatakan                 harus menggunakan kata baku
 6.        kelihatan                          terlihat                             harus menggunakan kata baku
 7.        menggelegar                     terdengar                        kata sebelumnya tidak baku
 8.        menghentakkan                meletakkan                      kata sebelumnya tidak baku

Minggu, 25 September 2011

Mari Bangga dengan Bahasa Indonesia

   Indonesia memiliki beragam suku dan budaya.Banyak terlihat keindahan alamnya yang memukau di seluruh penjuru.Tapi tahukah kalian bahwa semua masyarakat indonesia menggunakan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan.Bahasa yang dijadikan suatu komunikasi antar masyarakat Indonesia.Kini Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa kebanggan dimana banyak orang yang mempelajari bahasa di negeri tercinta ini.Kesetiaan pada bahasa ini menjadikan Bahasa Indonesia di kenal oleh banyak kalangan di seluruh dunia.
   Ingatkah kalian ketika presiden Amerika Serikat,Barack Hussein Obama berkunjung ke Indonesia?.Beliau mengucapkan kalimat "Selamat Pagi,Terima Kasih" dan kata "Bakso..,Sate..".dari hal tersebut,kita bangga sebagai warga Indonesia karena bahasa kita terkenal dimana-mana. Oleh karena itu marilah kita menggunakan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa dengan rasa kebanggan terhadap bangsa dan negara ini.Lestarikan dan kenalkanlah Bahasa Indonesia ke seluruh penjuru dunia.

Note : dari wacana diatas dapat disimpulkan bahwa kita patut bangga dengan bahasa indonesia.sebagai warga negara yang baik kira seharusnya melestarikana bahasa indonesia.Bahasa ini sudah tak asing lagi bagi banyak kalangan,mengapa?karena bahasa indonesia akan menjadi suatu bahasa yang resmi asean dimana jika ada pertemuan antar negara-negara asean menggunakan bahasa indonesia. Oleh karena itu gunakanlah bahasa indonesia yang baik dan benar.

*) Catt : Tulisan dibuat sendiri oleh Nuning Khanif Aulia

Rabu, 09 Maret 2011

Contoh Soal Elastisitas Pendapatan

Apakah perbedaan antara elastisitas busur dengan elastisitas titik. Buatlah ilustrasi menghitung besarnya koefisien elastisitas harga permintaan barang X dan pendapatan dengan menggunakan metode elastisitas busur dan metode elastisitas titik.
Jawab :
  1. Elastisitas busur digunakan apabila dalam soal diketahui harga dan jumlah secara lengkap
Contoh:
Titik Harga (P) Kuantitas (Q)
A 12 30
B 10 50
Maka rumus elastisitasnya adalah:
Ed = ∆ Q * (P1 + P2) / 2
 ∆ P     (Q1 + Q2) / 2
Ed =    (50  – 30)    *  (12 +10) / 2
(10 – 12)        (30 + 50) / 2
= -20      *   11
-2              40
= 2,75
Sedangkan metode elastisitas busur digunakan apabila soal elastisitas berbentuk aljabar.
Contohnya:
Permintaan suatu barang: Q = 60 – 10P
 Ed =  – ∂ Q      *        P
∂ P                Q
Jika P = 2, maka Q = 40
Ed = – (-10)* 2 / 40 = 0,5
7.      Berikan uraian analisis untuk nilai koefisien elastisitas permintaan berikut;
(a) ep = -5 ;
(b) ex.y = 2 ;
(c) eI = 0,4
Jawab:
a)      Ep = -5 maka setiap kenaikan harga 1% mengakibatkan penurunan permintaan sebesar 5%
b)      Ex.y = 2 maka kedua barang tersebut merupakan barang subtitusi yang artinya apabila harga naik 1% maka permintaan barang tersebut akan naik
c)      EI = 0,4 barang tersebut merupakan barang pokok atau barang normal karena jika terjadi kenaikan 1% pendapatan maka permintaan barang tersebut akan naik 0,4%
8.      Besarnya koefisien elstisitas harga penawaran barang X adalah 3. berikan penjelasan dari besarnya  nilai koefisien tersebut.
Jawab:
Apabila besarfnya koefisien penawaran X = 3, maka bila harga naik 1% permintaan terhadap barang tersebut naik 3%, kejadin ini disebut elastis karena koefisien penawaran lebih besar dari 1.
9.      Permintaan terhadap barang X ditunjukkan oleh persamaan Q = 10 – 2P. Tentukan besarnya koefisien elastisitas harga permintaan barang X pada tingkat harga barang X adalah 3. jika produsen (penjual) ingin meningkatkan penerimaan total (TR), kebijakan harga apa yang harus diambil (menaikkan harga atau menurunkan harga), berikan alasan jawaban anda.
Jawab :
Untuk P = 3
Q = 10 – 2P
Q = 10 – 6
Q = 4
Untuk P = 4
Q =10 – 2P
Q =10 – 8
Q = 2
(-1/ -2)*(3 / 4)
= (-0,5) * (3 / 4)
= -0,375 = 0,375
Pada saat harga naik sebesar 1% maka permintaan akan turun sebesar 0,375%. Jika perusahaan ingin menigkatkan total penerimaan, melalui kebijakan harga yaitu dengan cara perusahaan harus menaikan harga karena persentase kenaikan harga lebih besar dibanding persentase penurunan permintaan.
10.  Setelah dilakukan penelitian mengenai respon konsumen terhadap permintaan barang X, ditemukan besarnya koefisien elastisitas silang antara barang X dengan barang Y adalah -3. berikan analisis nilai koefisien elastisitas silang antara barang X terhadap barang Y. Bagaimana hubungan antara barang X dan barang Y, berikan penjelasan.
Jawab :
  • Jika Ex.y = -3, maka kedua barang tersebut merupakan barang komplementer yang artinya jika harga X naik 1% maka permintaan terhadap barang Y akan menurun.
11.  Penawaran barang X ditunjukkan oleh persamaan Qsx = 4P – 5. tentukan besarnya koefisien elastisitas harga penawaran barang X pada tingkat harga barang X adalah 3. Bagaimana sifat penawaran barang X (elastis, inelastic atau elastisitas uniter)?
Jawab :
Qsx = 4P – 5
Pada tingkat harga (P) = 3
Qsx = 7
Pada tingkat harga (P) = 4
Qsx = 11
Es = (-1 / -4) * (3 / 7)
Es = (0,25) * (0,428)
Es = 0,584
Apabila terjadi kenaikan harga 1% akan mengakibatkan kenaikan penawaran sebesar 0.584 %. Elastisitas penawaran ini berbentuk in elastis.
12.  Jika harga barang X turun 20% berakibat jumlah barang X yang diminta naik 40%. Tentukan besarnya koefisien elastisitas harga permintaan barang X.
Jawab:
Syarat fungsi permintaan
P/(Qdx) = Q-Px
Jika : P = 20 % = 0.02
: Q = 40 % = 0.04
: Q = 0,4 – 0,2P
: Q1= – 0,2
π = (Qdx1 / Qdx) P
π = {-0,2 / (0,4 – (0,2)2)}0,2
π = – 0,1 ————–   inelastis
13.  Kenaikan harga barang Y dari Rp. 6.000 menjadi Rp. 10.000  menyebabkan jumlah barang X yang diminta naik dari 20 unit menjadi 25 unit. Tentukan besarnya koefisien elastisitas silang antara barang X dan barang Y pada tingkat harga barang Y sebesar Rp. 10.000. Apakah hubungan antara barang X terhadap barang Y.
Jawab :
Py1 = 6000, Py2 = 10000 ——– 4000
Qx1 = 20, Qx2 = 25——————— -5
(5 / 4000) = 0,00125
Exy = -0,00125 * (10000 / 25)
Exy =- 0,5

Sumber : Referensi Buku : Pengantar Ekonomi untuk Kelas X
             Pengarang : Suryanto Dharma, Bandung